Participation Rate and Impact of Life Skills Education Activities Success in Rural Communities in the District of Bogor (in Middle Cibitung Village and Kota Batu Village)

Authors

  • Lina Asnamawati Open University Distance Learning Program Unit Bengkulu, Sadang Street, Lingkar Barat, Kota Bengkulu Agricultural University
  • Ninuk Purnaningsih
  • Soenarmo J. Hatmodjosoewito

Keywords:

Life skills education, Participation Rate

Abstract

Life skills education is an important thing that should be owned by community to acquire knowledge and practical skills in certain occupations. Life skills education has big contribution to improve employment opportunity and overcome the poverty. Poverty is still in a large amount in Bogor district. This research conducted at Nurul Huda community learning centers which was located in Middle Cibitung village and Jelita community learning centers in Kota Batu village as the organizer of life skills education activities. Life skills education success was determined by participation of community directly from evaluation planning and enjoying the result. Communities would participate in an activity if it was convenient to the needs, interests, talents, and availability of resources and it was continuing that communities were able to apply knowledge and skills acquired for themselves and able to be used to teach the surrounding communities. Life skills education activities would impact to people’s behavior change in knowledge that was related with personal skills and academic skills; behavior was related with social skills; and ability was related with vocational skills.

 

References

• Arnstein. SR. 1969. A Ladder Of Citizen Participation. [Internet].[diunduh2014Januari4]:http://Lithgowschmidt.dk/sherryarnstein/ladder-ofcitizen participation.html.

• Anwar. 2004. Pendidikan Kecakapan Hidup. Bandung: Alfabeta.

• Arimbawa P. 2004. Peran Kelompok untuk Meningkatkan Kemampuan Anggota dalam Penerapan Inovasi Teknologi.[tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

• Ahmadi A. 2009. Ilmu sosial Dasar. Jakarta: Rineka Cipta

• Azwar S. 2013. Sikap Manusia (Teori dan Pengukurannya). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

• Bandura AJ. 1986. Social Foundations of Throught and Action: A Social Cognitive Theory. New Jersey: Pretide Hall,ine

• Brolin, D.E. 1989. Life Centered Career Education: A Competency Based Approach. Reston, VA: The Council for Exceptional Children.

• Cohen J dan Norman T. Uphoff 1977. Rural Development Participation Concepts and Measures For Project Design, Implementation and Evaluation Rural Development Committee. Center for international Studies. New York.

• Chambers R dan Conway G.1991.Sustainable Rural Livelihood:Practical Concepts for 21 Century, IDS Discussion Paper 296:IDS.Brighton. Institute for Development Studies.

• Casley D dan Khumar K. 1991. Pemantauan dan Evaluasi Pertanian. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

• [Depdikbud] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

• Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

• [Depdiknas] Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup (Life Skill) Melalui Pendekatan Broad-Besed Education. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

• [Depdiknas] Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Pedoman Penyelenggaraan Program Kecakapan Hidup (Life Skills) Pendidikan Non formal. Jakarta: Direktorat Jendral PLS dan Pemuda Depdiknas.

• Daniel M et al. 2008. PRA Participatory Rural Appraisal. Jakarta: Bumi Aksara.

• Effendy,O U. 2005. Komunikasi dan Modernisasi. Jakarta: Mandar Maju

• Effendi S dan Tukiran.2012. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES

• Hayami dan Kikuchi. 1987. Dilema Ekonomi Desa. Jakarta: Yayasan obor Indonesia.

• Handoko.1995. Motivasi Daya Penggerak Tingkah Laku. Yogyakarta: Kanisius

• Hidayat S dan Syamsulbahri D 2001. Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Jakarta: Pustaka Quantum

• Hasan I 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia

• Ife J, Tesoriero F. 2006. Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

• Mosher AT 1987. Menggerakan dan Membangun Pertanian (Getty Agricultual Moving). Disadur oleh Krisandhi dan Bahrin. Jakarta: CV. Yasaguna

• Mikkelsen B. 2001. Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-Upaya Pemberdayaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Terjemahan dari: Matheos Nalle. Ed ke-2

• Mulyasa 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi (Konsep, Karakteristik dan Implementasi). Bandung: Remaja Rosdakarya

• Muljono P, Hanafi DNT. 2009. Pengembangan Program Kecakapan Hidup (Life Skills) untuk Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Pesantren (Studi Kasus PKBM Al-Wathoniyah Di Sukosono, Kec. Kedung, Kab. Jepara. Proseding Simposium PAPPI.hal. 1-20 IPB

• Mardikanto T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta: UNS Press.

• Mohammadia, Akbar, Golnaz Adalatzadeh Aghdamb, Roghayeh Kiyani.Leyla Sattarzedeh, dan . 2011. Investigating Effect of Life Skills Training on Family Functioning of Epileptic People’s in Tabriz.Procedia - Social and Behavioral Sciences 30 (2011) 2316 – 2318.

• Nasdian F.T. 2006. Pengembangan Masyarakat. Bogor: IPB

• Nazir M. 2011. Metode Penelitian. Cetakan 7. Bogor: Ghalia Indonesia

• Osipow M. 1983. Theories of Career Development. Tirth Edition. New Jersey: Printice Hall,Inc. Englewood Cliffs.

• Pretty,J dan Guijt O. 1992. Primary Environmental Care: An Alternative Paradigm for Development Assistance. Environment. Vol.4. No.1.

• Rogers E dan Shoemaker FF. 1986. Memasyarakatkan Ide-ide Baru. Surabaya: Usaha Nasional.

• Rusli. S. 1995. Pengantar Kependudukan. Jakarta: Universitas Indonesia Press

• Rahmat J. 2001. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

• Rahadjo. 2004. Pengantar Sosiologi Pedesaan dan Pertanian. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

• Ramdhani M dan Sumardjo. 2006. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Proses Belajar dan Tingkat Kecakapan Hidup Remaja (Kasus Pengrajin Sandal Cikaret Kec. Bogor Selatan. Jurnal Penyuluhan. 2(2):115-124

• Robbins S dan Coulter M. 2007. Manajemen. (Terjemahan). Jakarta: Indeks

• Rosyida I dan Nasdian FT. 2011. Partisipasi Masyarakat dan Stakeholder dalam Program CSR dan Dampaknya Terhadap Komunitas Pean. Jurnal Sodality. 5(1):51-70.

• Rahmawati dan Sumarti T. 2011. Analisis Tingkat Partisipasi Peserta Program Pemberdayaan Ekonomi PT. Arutmin Indonesia (Kasus di Binaan Tambang Senakin, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan). Jurnal Solidity. 5(3):91-110.

• Supriatna T.1977. Birokrasi, Pemberdayaan, dan Pengentasan Kemiskinan. Bandung: Humaniora Utama Press

• Soewarno H. 1980. Pengantar Studi Administrasi dan Manajemen. Jakarta: Gunung Agung

• Sudjana SF. 1983. Pendidikan Nonformal (Wawasan-Sejarah-Azas). Bandung:Theme

• Suparlan Dr. 1984. Kemiskinan Di Perkotaan, Bacaan Untuk Antropologi Perkotaan. Jakarta. Penerbit Sinar Harapan dan Yayasan Obor Indonesia.

• Soehoed. 1993. Kebijaksanaan Pemerintah dalam Pembangunan Pean. Pembangunan yang Terpadu Berkesinambungan. Jakarta: Balitbangsos Depsos.

• Santoso A. 1999. Demokrasi Pengelolaan Sumber Daya Alam. Jakarta: Pustaka Pelajar Ofset

• Suyanto B. 2001. Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Miskin. Jurnal masyarakat, kebudayaan dan politik. 14(4):81-100

• Sugiyanto. 2002. Lembaga Sosial. Yogyakarta: UGM

• Soekanto S. 2002. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

• Syah M. 2002. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Rosdakarya.

• Slamet PH.2002. Pendidikan Kecakapan Hidup: Konsep Dasar. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 3(7): 541-561.

• Sutanta E. 2003. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu.

• Slamet M, 2003. Membentuk Pola Perilaku Manusia Pembangunan. Penyunting Ida Yustina dan Adjat Sudrajat. Bogor: IPB Press.

• Suryabrata, S.2006. Metodologi Penelitian. Jakarta: RajaGrafindo Persada

• Sevilla, Consuelo G. Tuwu. Syah, Alimudin. Alam.2006. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta (ID): UI Press.

• Shauna, Kingsnorth. Helen, Healy.Colin Marcarthur. 2007. Preparing for Adulthood: A Systematic Review of Life Skill Programs for Youth with Physical Disabilities (aLife Skills & Wellness Institute, Bloorview Kids Rehab, Toronto, Ontario, Canada). Journal of Adolescent Health 41(2007) 323–332.

• Setiadi et al. 2008. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Group.

• Sugiyono.2009. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

• Soetomo. 2012. Pembangunan Masyarakat. Jakarta: Pustaka pelajar

• Tjokroamidjojo B.1995. Manajemen Pembangunan. Jakarta: Gunung Agung.

• van den ban, A.W, dan H.S. Hawkins. 2001. Penyuluhan Pertanian. Yogyakarta: Kanisius.

• Walgito B. 2003. Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Yogyakarta: Andi

• Winkel WS. 2009.Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi

• Widoyoko.2010. Evaluasi Program Pembelajaran: Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Published

2015-02-15

How to Cite

Asnamawati, L., Purnaningsih, N., & Hatmodjosoewito, S. J. (2015). Participation Rate and Impact of Life Skills Education Activities Success in Rural Communities in the District of Bogor (in Middle Cibitung Village and Kota Batu Village). Asian Journal of Humanities and Social Studies, 3(1). Retrieved from https://ajouronline.com/index.php/AJHSS/article/view/1496